Rabu, 29 Maret 2017

Family Therapy

LAPORAN
PSIKOTERAPI



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS PSIKOLOGI
DEPOK

LANDASAN TEORI

A. Family Therapy
Menurut Kartini Kartono dan Gulo dalam kamus psikologi, family therapy (terapi keluarga) adalah Suatu bentuk terapi kelompok dimana masalah pokoknya adalah hubungan antara pasien dengan anggota-anggota keluarganya. Oleh sebab itu seluruh anggota keluarga dilibatkan dalam usaha penyembuhan.
Terapi keluarga adalah model terapi yang bertujuan mengubah pola interaksi keluarga sehingga bisa membenahi masalah-masalah dalam keluarga. Menurut teori awal dari psikopatologi, lingkungan keluarga dan interaksi orang tua dan anak adalah penyebab dari perilaku maladaptive.
Minuchin mengemukakan bahwa tujuan terapi keluarga adalah mengubah struktur dalam keluarga dengan cara menyusun kembali kesatuan dan menyembuhkan perpecahan yang tejadi dalam suatu keluarga.
Jenis-Jenis Family Therapy
Teori Keluarga Bowen
Penting untuk membedakan diri seseorang dari keluarganya. Kecemasan yang tak terkontrol menghasilkan ketidakmampuan berfungsi keluarga. Peran Konselor sebagai pelatih dan guru dan berkonsentrasi pada isu-isu keterikatan dan diferensiasi.
Teori Keluarga Psikodinamik
Pendekatan ini menggunakan cara dan strategi psikoterapi individual dalam situasi keluarga dengan mendorong munculnya insight tentang diri sendiri dan anggota keluarga, untuk membantu keluarga dalam pertukaran emosi, kontak konselor hanya sementara dan konselor akan menarik diri jika keluarga telah mampu mengatasi problemnya secara konstruktif. Peranan Konselor sebagai seorang guru dan interpreter pengalaman (analisis).

Konseling Keluarga Ekperiental (Pengalaman)
Masalah-masalah keluarga berakar dari perasaan-perasaan yang di tekan, kekakuan, penolakan / pengabaian impuls-impuls, kekurangwaspadaan, dan kematian emosional. Konselor menggunakan pribadinya sendiri. Mereka harus terbuka, spontan, empatic, sensitive dan harus mendemonstrasikan perhatian dan penerimaan. Mereka harus memperlakukan dengan terapi regresi dan mengajari anggota keluarga keterampilan-keterampilan baru dalam mengkomunikasikan perasaan-perasaan secara gamblang.





TUJUAN
Di bawah ini  diringkas tujuan terapi keluarga. Seorang ahli terapi bertemu dengan keseluruhan keluarga dan kadang-kadang dengan suatu sub -sistem di dalam keluarga itu untuk membantu keluarga mempelajari:
Menyampaikan perasaan mereka (baik positif maupun negatif), kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, nilai-nilai dan harapan-harapan mereka lebih terbuka, jelas dan sungguh. Ahli terapi adalah seorang pelatih keterampilan komunikasi yang memperkuat hubungan yang efektif.
Menggeser pendekatan yang terutama difokuskan pada seorang (individu) anggota keluarga yang dibawa sebagai “pasien” ke pendekatan yang difokuskan pada penanggulangan penyakit yang tersembunyi,konflik dan pertumbuhan yang terhalang pada semua anggota keluarga yang menyebabkan masalah bagi si individu itu. Hal ini dapat mencakup sejumlah session terapi perkawinan kepada suami - istri (sub – sistem keluarga)
Mencegah dengan segera lingkaran tindakan saling memperbesar kepuasan kebutuhan di antara para anggota keluarga.
Saling memelihara dan tidak menghancurkan harga diri- masing-masing anggota keluarga.
Menyadari perjanjian keluarga mereka yaitu: berbagai peraturan,peran,nilai, harapan,dan kepercayaan yang tersirat (implisit). Kemudian merundingkan kembali suatu persetujuan kerja yang lebih luas dan relevan yang dapat memberi kepuasan dan pertanggung jawaban,kekuatan dan kesempatan pertumbuhan yang lebih adil.
Melihat yang positif dari usaha pertumbuhan yang gagal karena perilaku para anggota keluarga yang merintanginya. Kemudian belajar bagaimana mendorong pengungkapan usaha pertumbuhan ini dalam cara yang lebih bersifat perwujudan diri.
Mengatasi konflik yang tidak terhindarkan dalam kehidupan bersama dengan cara yang lebih konstruktif. Dan mengenal bahwa pertumbuhan seering dapat diaktifkan justru pada saat konflik.
Mengembangkan suatu keseimbangan yang lebih sehat antara kebutuhan dan kebersamaan dan kebutuhan akan otonomi ,dan memberi ruang gerak yang lebih besar bagi otonomi.
Mencoba perilaku dan ca berinteraksi yang baru yang lebih tanggap kepada kebutuhan dari seluruh anggota keluarga. Ini sering mencakup mengerjakan “pekerjaan rumah” Siantar session terapi
Membuat interaksi di dalam dan di antara sub–sistem keluarga itu lebih menimbulkan pertumbuhan
Membuka sistem keluarga itu dengan mengembangkan hubungan yang lebih bersifat mendukung orang, keluarga dan lembaga di luar keluarga tersebut.
Menciptakan suatu iklim antar pribadi yang paling sehat dalam keluarga itu, sehingga membuatnya suatu lingkungan pertubuhan yang lebih baik bagi semua anggota keluarga tersebut.



PROSES TERAPI
Family therapy biasanya masuk kedalam kaunseling. Perhubungan kaunseling keluarga biasanya mengikuti tahap-tahap yang boleh dijangkakan. Walaupun pakar dalam bidang kaunseling dan terapi keluarga mungkin tidak bersetuju tentang apakah yang patut berlaku dalam setiap tahap, tetapi kebanyakannya bersetuju bahwa perhubungan kaunseling keluarga biasanya melalui proses yang sama seperti berikut:

Tahap 1 : Tahap permulaan – Membina perhubungan dan membuat penilaian tentang masalah keluarga yang dihadapi.
Tahap 2 : Tahap pertengahan – Mengembangkan kesedaran emosi dan menerima pola ketidakfungsian keluarga.
Tahap 3 : Tahap akhir – Belajar bagaimana mengubah system keluarga.
Tahap 4 : Penamatan – Berpisah daripada terapi.

Tahap Permulaan : Membina Perhubungan dan Membuat Penilaian Masalah Keluarga
Pada tahap permulaan, kaunselor akan menerangkan tujuan dan proses terapi, peranan kaunselor dan tanggungjawab ahli keluarga dalam sesi.
Biasanya kaunselor akan:
1. Menggunakan rapot, keyakinan dan kepercayaan kepada kaunselor.
2. Menilai dinamik keluarga atau interaksi dan menjelaskan masalah utama.
Pembinaan rapot adalah kompleks karena kaunselor mesti membina perhubungan mempercayai (trust relationship) antara dirinya dengan setiap ahli keluarga dan pada masa yang sama membantu ahli keluarga untuk mempercayai antara satu sama lain. Seperti dalam kaunseling individu, perhubungan yang mesra, empatik dan tulen adalah penting dalam kaunseling keluarga. Kaunselor melayani (treat) setiap orang ahli keluarga sebagai penting; dan meminta atau mendesak (insist) setiap ahli keluarga bercakap untuk diri mereka sendiri dan mendengar antara satu sama lain dengan hormat. Atau sebab-sebab ini, kaunselor meminta setiap orang ahli keluarga untuk memberitahu apa yang mereka fikir atau anggap masalah utama dan menyatakan apa yang mereka harapkan atau mahukan daripada keluarga.

Tahap Pertengahan : Mengembangkan Kesedaran Emosi dan Menerima Pola Keluarga Disfungsi
Pada tahap pertengahan, kaunselor membantu ahli keluarga meneroka dan menganalisis dinamik mereka dan mendapatkan kefahaman apa yang menyebabkan masalah berlaku. Kaunselor ditahap ini biasanya lebih confrontational dan ahli keluarga biasanya mengalami serta mengakui rasa terluka, keperitan (hurt, pain) kekecewaan dan kehilangan. Kebimbangan bertambah bersama dengan pendedahan penuh emosi dan penentangan terdapat pada tahap pertengahan ini.
Dalam kaunseling keluarga, seperti juga dalam kaunseling individu, penentangan pada umumnya dilihat sebagai petanda positif sesuatu yang menandakan bahwa keluarga lebih dekat menghadapi (confronting) masalahnya atau menyedarkan kaunselor yang mereka bergerak terlalu cepat.
Ketakutan kepada perubahan (fear of change) menyumbang kepada penentang ini. Ahli keluarga mungkin menentang kaunseling atau terapi dengan membincangkan perkara-perkara yang superficial. Mereka mungkin juga menyoal kebolehan kaunselor untuk memahami masalah mereka. Lain-lain bentuk penentang yang biasa pada tahap ini ialah apabila seorang daripada ahli keluarga tidak mau bercakap kepada yang lain atau ahli keluarga mengganggu apabila salah seorang dari pada ahli keluarga mula mendedahkan sesuatu yang bermakna. Terdapat keadaan dimana semua ahli keluarga menentang dengan tidak memberitahu rahasia keluarga kepada masalah itu atau dengan menafikan bahwa orang yang terlibat telah bertambah baik. Pemindahan mungkin juga timbul semasa ahli keluarga mempojek emosi yang tidak selesai kepada counselor. Kounselor menolong ahli keluarga menangani (work through) penentangan dan pemindahan dengan bersabar terhadap klien dan dengan kepekaan serta empati bersama dengan kebimbangan dan ktakutan yang dijinakan oleh pendedahan tentang masalah mereka. Kounselor juga membantu ibu bapa melihat atau menyadari bahwa setengah daripada masalah mereka berpuncak daripada konflik yang tidak diselesaikan dalam keluarga asal mereka. Memainkan peranan atau psikodrama mungkin digunakan pada tahap ini.



















DAFTAR PUSTAKA

Rashid, ABD Rahim,dkk. 2006. Institusi Keluarga Menghadapi Cabaran ALAF
BARU. Kuala Lumpur:MAZIZA SDN.BHD
Hasnida. 2002. Family Counseling. Universitas Sumatera Utara.
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3633/1/psiko-hasnida.pdf
Somaryati dan Astutik, Sri. 2013. Family Therapy Dalam Menangani Pola Asuh
Orang Tua yang Salah Pada Anak Slow Learner. No 1, Vol 3. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam. http://jurnalbki.uinsby.ac.id/index.php/jurnalbki/article/download/4/2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar