Dampak Negatif Internet Pada Anak
Internet
adalah sebuah produk teknologi. Sebuah produk tentu memberikan dampak negatif
dan positif. Dampak negatif atau positif dapat dirasakan oleh semua kalangan,
termasuk pelajar. Dampak positif atau negatif dari internet bagi pelajar tentu
saja ditimbulkan dari cara penggunaan internet itu sendiri. Penggunaan internet
sebagai media penghubung serba cepat memang sudah tidak mudah dipisahkan dari kehidupan
kita. Segala macam persoalan komunikasi dapat diselesaikan dengan internet.
Dampak positif dan negatif internet bagi pelajar tentu saja tidak muncul
bersamaan. Seharusnya dampak positif lebih mendominasi, jika cara penggunaan internet itu benar. Dampak positif dan negatif
bagi pelajar sifatnya tidak mutlak. Penilaiannya terletak pada apa yang
dirasakan secara personal.
Kebanyakan
dari anak-anak memiliki rasa ingin tahu dan penasaran yang sangat besar
terhadap apa yang baru mereka kenal atau temui. Bisa saja tanpa sengaja seorang
anak membuka sebuah situs orang dewasa yang tidak layak mereka lihat. tentunya
itu dapat berakibat buruk pada anak tersebut dan mungkin mempengaruhi
perkembangannya. Selain itu dampak negatif lain adalah, anak bisa kecanduan
internet atau game online yang akan membuat anak tersebut menjadi malas dan
tidak mengenal waktu. Jadi seharusnya anak-anak diberikan pengawasan dari orang
tua dalam menggunakan internet, sehingga anak dapat diarahkan ke-hal yang lebih
positif dan dapat terhindar dari dampak negatif.
Ada pun
beberapa contoh dampak negatif dari internet :
1.Game Online
Game
online adalah
fenomena baru dalam model permainan anak. Game ini muncul tak lama setelah
datangnya era internet. Permainan online ini bisa dibilang kelanjutan dari game
sebelumnya yang memanfaatkan kehadiran komputer. Game online sangat disukai
anak-anak. Hampir tak ada anak yang tidak suka dengan game model ini.
Tempat-tempat
penyedia game online selalu ramai dipenuhi anak-anak. Meskipun ramai, seorang
anak yang sedang bermain game lewat internet hampir tidak membutuhkan interaksi
dengan teman sekitarnya, karena yang dihadapi di depan mata adalah sebuah benda mati yaitu komputer
dan internet.
Karena itu
hati-hati, sebab game ini bisa menimbulkan bahaya bagi anak-anak tersebut. Bahaya
game online ini bisa berdampak pada kesehatan maupun perkembangan psikologi
anak.
Bahaya game
online bagi psikologi anak
Bukan hanya
bagi kesehatan anak, game ini juga berbahaya bagi perkembangan psikologi anak.
Berikut diantaranya :
Kecanduan
game oline
Menjadi maniak
game mungkin “nasib” yang sedang mengintai anak yang terbiasa bermain game
online. Kenapa ? Sebab, mayoritas game yang beredar saat ini memang dirancang
untuk hal itu.
Bagi seorang
anak, game via internet mungkin hanya sekedar permainan belaka. Namun bagi
produsen dan korporasi, game online adalah bisnis yang menggiurkan. Semakin
banyak yang kecanduan game online, bisnis semakin diuntungkan. Pelanggan
meningkat, penjualan meningkat, untung berlipat.
Sayang
sekali, keuntungan itu diperoleh dengan meninggalkan bahaya game tersebut bagi
perkembangan psikologis seorang anak berupa kecanduan game online.
- Mendorong
perilaku negatif
Bila sudah
kecanduan game online, apapun bisa dilakukan termasuk melakukan hal negatif.
Demi game ini misalnya, seorang anak bisa bolos sekolah, menyelewengkan uang
SPP, mengambil uang teman dan lain-lain. Jumlahnya mungkin tidak banyak, namun
tetap saja memprihatinkan.
- Emosional
dan mudah marah
Para maniak
game online sering emosional dan mudah marah. Gampang berucap kasar dan kotor,
terutama bila gagal menaklukan “lawannya” di layar monitor, atau game terhenti
ditengah jalan. Dari sudut pandang psikologi, sering emosional dan mudah marah
tidak baik bagi perkembangan seorang anak.
- Prestasi
belajar menurun
Asik bermain
game membuat anak sering lupa waktu. Sehingga banyak aktifitas yang seharusnya
dilakukan jadi terganggu. Misalnya sholat lima waktu, belajar, mengerjakan PR
sekolah, tugas kuliah, merapikan kamar dan lain-lain. Bahkan disaat melakukan
aktifitas seperti itu pun kadang-kadang pikiran mereka masih melamunkan
permainan online itu. Akibatnya prestasi belajar anak menurun.
- Pemborosan
keuangan
Termasuk
juga dalam bahaya game online adalah pemborosan keuangan. Misalnya untuk
membiayai rental komputer di warnet serta membeli gold, poin, voucer, karakter
atau apapun namanya yang nilainya tidak sedikit. Bila bermain game via internet
dirumah, maka perlu dana untuk koneksi internet dan perangkat komputer dengan
spesifikasi tertentu yang dibutuhkan game tersebut.
Akhirnya,
makna “bermain” bagi seorang anak tujuannya adalah menciptakan suasana positif,
gembira, ceria, kolektifitas bersama teman dan lain-lain. Jika sebuah permainan
atau game justru mengakibatkan hal negatif atau sebaliknya, maka orang tua
harus mewaspadainya. Game online misalnya. Kita perlu mengenal dan mengetahui
bahaya game ini. Jangan sampai anak-anak kita atau adik-adik kita justru
terperangkap dalam dampak negatif game online tersebut.
2.Pornografi
Internet
Bisnis
pornografi di internet merupakan salah satu bisnis nomor satu di dunia
online.Untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya banyak penyedia jasa
pornografi mempromosikan produknya dengan berbagai cara.Untuk mengakses situs
porno tidaklah sulit.Bahkan tanpa diundang, situs seperti ini bisa saja muncul
tiba2 melalui email atau layar pop-up. Seorang anak sudah kecanduan pornografi
akan sulit mengentikan kebiasaan.
3.Pemangsa
Seksual
Internet
juga sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengelabui
anak-anak.Ada 750.000 lebih pemangsa seksual yang memanfaatkan ruang chat untuk
berkenalan hingga mengajak melakukan seks.Bila tidak berhati hati, pihak yang
tidak bertanggung jawab juga bisa mencuri indentitas pribadi untuk kejahatan.
Menurut
Moulding "Sangat penting bagi orang tua untuk memproteksi anak-anak mereka
dari pengaruh buruk internet. Tapi juga bukan berarti mereka dilarang sama
sekali untuk mengetahui dan menggunakannya. Yang paling penting bagi orang tua
adalah mengetahui bagaimana memproteksi anak-anak mereka dari situs-situs yang
belum pantas mereka konsumsi". Oleh karena itu, agar terhindar dari
pengaruh negatif, sebagai orang tua sebaiknya tidak boleh diam saja dalam
mengawasi penggunaan internet oleh anak. Karena dengan adanya pengawasan dari
orang tua, anak akan lebih terbimbing ke arah yang lebih positif. Lakukan
kesepakatan dengan anak-anak tentang situs apa saja yang boleh dan tidak boleh
dibuka. karena anak belum bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Maka dari itu, dalam hal ini orang tua sangat berpengaruh bagi perkembangan
anak, sekarang dan dimasa yang akan datang....














