Rabu, 29 April 2015

Tokoh Berbakat Dunia

Frederic Chopin


Fryderyk Franciszek Chopin lahir di Zelazowa Wola, dekat Warsawa, Polandia tanggal 1 Maret 1810. Ayahnya, Nicolas Chopin berasal dari Marainville, Prancis. Sedangkan ibunya, Tekla-Justyna Kryzanowka adalah orang Polandia. Ayahnya seorang Guru Bahasa Perancis di Warschauer Lyzeum, yang juga memainkan alat musik yaitu Biola dan Flute. Sedangkan Ibunya seorang pianis hebat. Chopin mempunyai tiga saudara kandung. Ludwika Marianna Chopin (1807-1855) adalah kakak kandung Chopin yang pertama. Justyna Izabela Chopin (1811-1881) adalah anak ke-3 dari keluarga Chopin. Dan saudari bungsunya bernama Emilia Chopin (1812-1827). Untuk menghindari wajib militer, pada tahun 1787 Nicolas Chopin meninggalkan Prancis dan menetap di Polandia. Chopin lahir tak lama setelah kedua orangtuanya pindah ke Polandia. Chopin memiliki bakat alamiah dalam bermain piano, hal ini terlihat dalam improvisasi-imporivasinya untuk piano. Komposisi pertama yang dia buat adalah Polonaisen g-Minor dan Bes-Mayor. Pada umur delapan, dia tampil di depan publik dengan memainkan piano konserto milik Gywortez. Chopin mendapatkan pendidikan musik pertamanya oleh pianis Bohemia Adalbert Żiwny.

Chopin menulis sebagian besar karyanya untuk musik piano, menjadikan alat musik ini ”bernyanyi” dengan suatu cara yang tidak pernah terbayangkan oleh pencipta lagu sebelumnya, sehingga dia mendapat julukan ”Pujangga Piano”. Lirik dan lagunya yang luar biasa, menampilkan beberapa karya musik paling indah yang pernah ditulis, dan karya-karya pianonya adalah karya yang paling sering dimainkan dalam sejarah. Dia termasuk diantara beberapa guru universal, dan polularitasnya tidak pernah menyusut. Hampir semua karya musik dan komposisinya dikenal di seluruh dunia. Arthur Rubinstein, pemain piano terkemuka abad ke-20 dari Amerika menyatakan, ”Ketika nada pertama dari karya Chopin berkumandang melalui aula konser, terasa begitu akrab. Di seluruh dunia, laki-laki dan perempuan mengenal musiknya. Mereka mencintainya; mereka tergugah oleh musik itu. Itu merupakan karya seni yang diungkapkan secara unik dan pribadi.” Selain dapat didengar dalam konser dan rekaman, karya-karya Chopin juga digunakan untuk tari balet terkenal Les Sylphides, dan dapat didengarkan dalam berbagai film terkenal seperti The Pianist, dan The Truman Show.
Daya tarik Chopin yang luas berasal dari kemampuannya untuk membangkitkan ingatan akan musik surgawi, suara-suara dari dunia batin itu adalah sumber inspirasi dari karyanya. Kemampuan ini sama seperti yang dimiliki oleh tokoh yang dikaguminya, Johann Sebastian Bach, yang percaya bahwa karya-karyanya bukan dari dirinya sendiri tetapi berasal dari Tuhan dan memuliakan Tuhan. Jenius musik ini melampaui keinginan sederhana untuk melukiskan pengalaman manusia melalui musik dan pada akhirnya mendekati Tuhan. Kritikus yang lain menyebutkan,”Kalau keindahan yang sukar dipahami ini bukan berasal dari manusia, tetapi dari Tuhan, maka ini adalah hadiah dari Chopin yang terbesar bagi kita. Singkatnya, Chopin setara dengan pencipta lagu lainnya dalam mengungkapkan hakikat suara dan pengalaman dunia batin."
Demikian, sifat sensitif dan mistik Chopin, dan keselarasan dengan suara-suara Surgawi merupakan kunci dari hadiahnya yang tidak terbatas sebagai seorang pencipta lagu dan pemusik. Anton Rubinstein, pemain piano abd ke-19, menjuluki dia, ”Sang Penyair Piano, sang Rapsodis Piano, Sang Pemikir Piano dan Sang Jiwa Piano” dan menambahkan, ”Saya tidak tahu apakah jiwa dari alat musik ini bernapas dalam dia, tetapi semua kemungkinan ekspresi ditemukan dalam komposisinya, dan semua dinyanyikan olehnya dengan alat musik ini."
Ekspresi Chopin yang luas, misalnya, dalam Op. 34, No.2 Valse Brillante, yang mengungkapkan jiwa manusia secara dekat yang mencerminkan keindahan dari musik yang lebih tinggi – ”Ajaran Surgawi yang Bermelodi” memakai istilah dari Maha Guru Ching Hai. Dalam kenyataannya, banyak pemain piano dan kaum terpelajar melukiskan irama wals dari Chopin sebagai ”tarian untuk jiwa” mengungkapkan cerminan spiritual yang memdalam – puisi musik cinta bagi Tuhan dan kemanusiaan, yang mengungkapkan perasaan terangkat dari si pencipta lagu, kerinduan batin, dan perasaan kemanusiaan yang kuat. Le Menestral (“The Minstrel”), sebuah catatan harian dari masa Chopin, tertulis:”[Dia adalah] peri piano, terikat dengan dunia fana ini hanya dengan sentuhan sebuah jari dan diisi oleh mimpi-mimpi dari ketinggian. Dengarkanlah Chopin bermain! Suaranya seperti desah bunga, desiran awan atau bisikan bintang-bintang."
Keakrabannya dengan alam yang lebih tinggi membuat Chopin dapat mencipta secara alamiah dan spontan, sebagaimana teman sejawatnya, pengarang novel Aurore Dudevant (yang menulis dengan nama samaran George Sand), dengan penuh kesan menyatakan: ”Ia berkarya dengan spontan, menakjubkan. Dia menemukannya tanpa perlu mencarinya, tanpa membayangkannya. Hal itu muncul pada pianonya secara tiba-tiba, sempurna, indah, atau bernyanyi dalam kepalanya selagai berjalan, dan dia ingin cepat-cepat mendengarnya lagi dengan menggubahnya melalui alat musiknya.” Komentar ini mengingatkan kepada penjelasan Maha Guru Ching Hai tentang bagaimana Dia menciptakan karya seniNya dengan cepat dan secara alamiah melalui ilham: ”Inspirasi saya berasal dari dalam otak saya! Kadang-kadang warna dan gambarnya muncul sebelum saya dapat melukiskannya. Jadi, saya harus melakukannya dengan cepat sebelum saya lupa. Kadang-kadang saya amat terinspirasi. Dalam satu hari saya dapat membuat sepuluh atau dua puluh rancangan atau dalam satu malam mungkin tiga puluh rancangan pakaian."
Chopin juga memiliki kerendahan hati, tidak terpengaruh dan kesederhanaan dari seorang yang tercerahkan. Sebagai contoh, ketika pencipta lagu terkemuka dari Jerman, Robert Schumann, menanggapi karya awal Chopin, Opus 2 Variation for Piano, dengan kata-kata yang terkenal sampai sekarang, ”Angkat topi, tuan-tuan, seorang jenius!” Chopin bereaksi dengan kerendahan hati, tidak menyukai kegemparan masyarakat yang segera mendorong dia termasyhur ke seluruh dunia. Lagi pula, kutipan-kutipan dari surat-suratnya membuktikan sikapnya yang tidak terpengaruh dan sifat yang sederhana: ”Saya adalah seorang revolusioner; uang tidak berarti buat saya” dan “Kesederhanaan adalah tujuan yang paling tinggi, yang dapat dicapai ketika Anda telah mengatasi semua kesulitan.” Sebagaimana Maha Guru Ching Hai mengajarkan, ”Kita harus menjadi seperti anak kecil untuk dapat kembali ke Kerajaan Surgawi. Jangan membuat diri kita terlalu rumit. Jangan terlalu peduli dengan segala macam. Bahkan ketika kita menjadi dewasa, kita tetap harus mempertahankan hati yang seperti seorang anak kecil.” Dengan mengamati kehidupan dan tulisan-tulisannya, terlihat bahwa Chopin dengan jelas hidup sesuai dengan cita-cita ini
 

Tokoh Kreatif Dunia

Jimi Hendrix


Lahir pada 27 November 1942 di Seattle, Amerika Serikat, dengan nama Johnny Allen Hendrix, Jimi menaruh perhatian pada musik, khususnya gitar, sejak kecil. Jagoan gitar pada masa-masa itu, seperti B.B. King, Muddy Waters, Buddy Holly, dan Robert Johnson, menjadi idolanya. Gitar pertama, jenis akustik, diperolehnya dari ayahnya pada musim panas 1958. Dengan modal itu ia bergabung dengan The Velvetones. Dan sejak itu jalan hidupnya seperti sudah digariskan.

Dengan The Velvetones Jimi hanya ikutan tiga bulan. Pada musim panas berikutnya, berbekal gitar listrik baru yang diperolehnya, lagi-lagi, dari ayahnya, Jimi bergabung dengan The Rocking Kings. Sesudah itu Jimi sempat mengikuti wajib militer, dan membentuk band di barak, tapi tak lama. Cedera menyebabkannya diberhentikan dari dinas. Perubahan besar terjadi ketika, sebagai gitaris pocokan yang sudah kenyang bermain dengan bermacam artis, pada 1966, ia bertemu Chas Chandler, pembetot bas Animals — band yang punya hit The House of the Rising Sun.

Chas, yang memutuskan keluar dari Animals dan memilih pekerjaan baru sebagai manajer, membawa Jimi ke Inggris. Di sana Chas mempertemukan Jimi dengan Mitch Mitchell, dramer, dan Noel Redding, pemain gitar yang diminta membetot bas. Bersama mereka berdua, Jimi lalu membentuk Jimi Hendrix Experience.

Experience cepat melambung. Single pertamanya, Hey Joe, sempat 10 minggu ngendon di tangga lagu-lagu Inggris, mencapai posisi tertinggi keenam pada awal 1967. Sukses ini segera disusul album Are You Experience?. Inilah rekaman yang disebut-sebut sebagai kompilasi baru musik yang sama sekali radikal; album yang menyuarakan semangat generasi pada masa itu.

Tapi popularitas di negeri sendiri baru diperoleh ketika Jimi berkesempatan manggung di Monterey International Pop Festival, County Fairground, Monterey, Kalifornia, pada 1967. Di sinilah Jimi memamerkan aksi teatrikal yang fenomenal: membakar dan menghancurkan gitarnya.

Bendera karier Jimi terkerek tinggi-tinggi sejak itu. Berturut-turut, dalam waktu kurang dari setahun, antara 1968-1969, bersama Mitch dan Noel, ia merilis Axis: Bold as Love dan album ganda Electric Ladyland. Pada album yang disebut terakhir Jimi, yang akhirnya memiliki studio sendiri, mengerahkan seluruh kemampuannya sebagai gitaris maupun sebagai operator-sound engineer. Sukses besar. Tapi korban tak terhindarkan: Experience bubar.

Jimi memang tak lalu ikut tenggelam. Ia bahkan masih sempat meramaikan festival band yang hingga kini tak terlupakan dalam sejarah musik rock: Woodstock Music & Art Fair. Waktu itu tahun 1969. Jimi, yang tampil bersama Gypsy Sons & Rainbows (antara lain diperkuat Mitch), mengantongi bayaran 125 ribu dolar Amerika Serikat, tertinggi di antara para artis lain.

Sebuah bayaran yang pantas, tapi, rupanya, itulah penampilan akbar terakhir bagi Jimi. Setahun kemudian ia lebih memilih meninggalkan semuanya, selama-lamanya. Secara fisik, sih. Soalnya, pengaruh Jimi justru tetap hidup hingga kini.

Selasa, 28 April 2015

Tokoh Bertalenta Dunia

John Lennon
 (lahir di Liverpool, Inggris, 9 Oktober 1940 – wafat di New York City, Amerika Serikat, 8 Desember 1980 pada umur 40 tahun)

John Winston Lennon lahir pada tanggal 9 Oktober 1940 di Liverpool, dari pasangan Julia Stanley dan Alfred Lennon. Alfred seorang pelaut yang sering berpergian dan jarang kembali ke Liverpool. Bahkan ia tidak hadir pada saat John kecil lahir. Konon, pada malam Lennon lahir, sedang terjadi serangan Jerman atas Inggris pada Perang Dunia II Didorong oleh kejadian ini, dan juga kekaguman Julia pada Winston Churchill, bayi itu pun diberi nama tengah Winston, dari nama Perdana Menteri Inggris yang tenar itu.
Lennon kecil hidup dalam pengasuhan ibunya. Julia kemudian bertemu dengan John Dykins, dan kemudian ia dan Lennon pindah tinggal bersama pria itu di sebuah apartemen kecil. Perilaku ini menjadi gunjingan orang di Liverpool, karena Julia masih berstatus sebagai istri Alfred Lennon. Kakak tertua Julia, Mimi Smith, akhirnya memaksa untuk memboyong John kecil tinggal bersamanya. Pada tahun 1946, Alfred kembali ke Liverpool dan membawa Lennon untuk liburan bersama ke Blackpool. Julia dan John mengetahui hal ini, lalu mengikuti mereka. Di Blackpool, Lennon dihadapkan pada 2 pilihan untuk mengikuti ayahnya atau ibunya. Lennon sempat dua kali memilih untuk mengikuti ayahnya, namun ketika ibunya berbalik dan akan pergi, ia pun menangis dan menghampiri ibunya.
Masa mudanya dihabiskan John bersama keluarga Smith; Mimi dan suaminya, George. Mimi adalah seorang bibi yang sangat keras dan tegas dalam mendidik Lennon kecil. Julia masih sering mengunjungi John, dan begitu pula John yang sering mengunjungi Julia di apartemennya bersama Dykins. Pertemuan-pertemuan inilah yang mengenalkan John pada banjo dan sedikit piano. Julia pula yang membelikan Lennon gitarnya yang pertama. Mimi dikenal sangat skeptis terhadap kegemaran Lennon bermain gitar. "Gitar memang oke, John, tapi kamu tidak bisa hidup dari itu." Beberapa tahun kemudian, ketika Lennon telah sukses, ia menghadiahkan Mimi sebuah plakat emas bertuliskan kata-kata tersebut.
Kejadian menyedihkan dialami Lennon ketika ibunya meninggal tertabrak mobil di dekat rumah Mimi, di depan mata Lennon yang saat itu masih berusia 17 tahun. Sifat anti pihak penguasa mungkin bermula dari peristiwa ini. Ibunya meninggal dunia karena kecerobohan seorang polisi mengendara dalam keadaan mabuk, kendati demikian polisi tersebut lepas dari segala tuntutan. Lennon dikenal sebagai badut kelas di sekolah. Di kelas ia hanya menggambar kartun guru-gurunya dan melucu. Rapornya sangat buruk, dan akhirnya ia masuk ke Liverpool College of Art. Di sinilah ia bertemu dengan Cynthia Powell, yang kemudian menjadi istrinya yang pertama. Di college, ia tetap tidak serius dan akhirnya keluar sebelum menyelesaikan pendidikannya.

John paling dikenal sebagai penyanyi, pencipta lagu, instrumentalis, penulis, dan aktivis politik yang terkenal di seluruh dunia sebagai pemimpin dari The Beatles. Lennon dan Paul McCartney membentuk partnership pencipta lagu yang paling sukses dan berhasil hingga saat ini. Lennon dengan sinismenya dan mcCartney dengan optimismenya melengkapi satu sama lain dengan sangat baik.


John mengawali karir bersama The Beatles pada 1960. Bersama grup ini beberapa album yang dirilis di antaranya, Please Please Me (1963), With the Beatles (1963), A Hard Day's Night (1964), Beatles for Sale (1964), Help! (1965), Rubber Soul (1965), Revolver (1966), Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band (1967), The Beatles (1968), Yellow Submarine (1969), Abbey Road (1969) dan Let It Be (1970).


Selama 1970 sampai 1975, John menjalani karir solo, dengan album-album yang dirilis di antaranya, John Lennon/ Plastic Ono Band (1970), Imagine (1971), Some Time in New York City (with Yoko Ono 1972), Mind Games (1973), Walls and Bridges (1974), Rock 'n' Roll (1975), Double Fantasy (with Yoko Ono 1980), Milk and Honey (with YokoOno 1984), dan lain-lain.

Setelah bubarnya The Beatles pada tahun 1970, ia juga sukses dengan karir solonya. Salah satu hitsnya yang hingga kini masih sangat terkenal adalah Imagine, lagu yang kemudian menjadi salh satu himne perdamaian dunia.


Lennon juga menunjukkan sifatnya yang pemberontak dan selera humornya yang sinis dalam film-film seperti A Hard Day's Night (1964), dalam buku yang ditulisnya seperti In His Own Write, konferensi pers dan wawancara. Ia menggunakan kepopulerannya untuk kegiatannya sebagai aktivis perdamaian, seniman dan penulis.
 Lennon dua kali menikah, yaitu dengan Cynthia Powell di tahun 1962 dan seniman Jepang, Yoko Ono di tahun 1969. Ia memiliki dua orang anak, Julian Lennon (lahir tahun 1963) dan Sean Taro Ono Lennon (lahir tahun 1975). Ia meninggal di New York pada usia 40 tahun, ditembak oleh Mark Chapman, penggemarnya yang gila.

John Lennon, adalah salah satu penyanyi dan juga aktor legendaris dunia. Terkenal sebagai anggota dan pendiri grup musik The Beatles, bersama Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr.

Lennon dua kali menikah, yaitu dengan Cynthia Powell di tahun 1962 dan seniman Jepang, Yoko Ono di tahun 1969. Ia memiliki dua orang anak, Julian Lennon (lahir tahun 1963) dan Sean Taro Ono Lennon (lahir tahun 1975). Ia meninggal di New York pada usia 40 tahun, ditembak oleh Mark Chapman, penggemarnya yang gila.

John Lennon, adalah salah satu penyanyi dan juga aktor legendaris dunia. Terkenal sebagai anggota dan pendiri grup musik The Beatles, bersama Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr.