Frederic Chopin
Fryderyk Franciszek Chopin lahir di Zelazowa Wola, dekat Warsawa, Polandia tanggal 1 Maret 1810. Ayahnya, Nicolas Chopin berasal dari Marainville, Prancis. Sedangkan ibunya, Tekla-Justyna Kryzanowka adalah orang Polandia. Ayahnya seorang Guru Bahasa Perancis di Warschauer Lyzeum, yang juga memainkan alat musik yaitu Biola dan Flute. Sedangkan Ibunya seorang pianis
hebat. Chopin mempunyai tiga saudara kandung. Ludwika Marianna Chopin
(1807-1855) adalah kakak kandung Chopin yang pertama. Justyna Izabela
Chopin (1811-1881) adalah anak ke-3 dari keluarga Chopin. Dan saudari
bungsunya bernama Emilia Chopin (1812-1827). Untuk menghindari wajib militer,
pada tahun 1787 Nicolas Chopin meninggalkan Prancis dan menetap di
Polandia. Chopin lahir tak lama setelah kedua orangtuanya pindah ke
Polandia. Chopin memiliki bakat alamiah dalam bermain piano,
hal ini terlihat dalam improvisasi-imporivasinya untuk piano. Komposisi
pertama yang dia buat adalah Polonaisen g-Minor dan Bes-Mayor. Pada
umur delapan, dia tampil di depan publik dengan memainkan piano konserto
milik Gywortez. Chopin mendapatkan pendidikan musik pertamanya oleh
pianis Bohemia Adalbert Żiwny.
Chopin menulis
sebagian besar karyanya untuk musik piano, menjadikan alat musik ini
”bernyanyi” dengan suatu cara yang tidak pernah terbayangkan
oleh pencipta lagu sebelumnya, sehingga dia mendapat julukan ”Pujangga
Piano”. Lirik dan lagunya yang luar biasa, menampilkan beberapa
karya musik paling indah yang pernah ditulis, dan karya-karya pianonya
adalah karya yang paling sering dimainkan dalam sejarah. Dia termasuk
diantara beberapa guru universal, dan polularitasnya tidak pernah menyusut.
Hampir semua karya musik dan komposisinya dikenal di seluruh dunia.
Arthur Rubinstein, pemain piano terkemuka abad ke-20 dari Amerika menyatakan,
”Ketika nada pertama dari karya Chopin berkumandang melalui aula
konser, terasa begitu akrab. Di seluruh dunia, laki-laki dan perempuan
mengenal musiknya. Mereka mencintainya; mereka tergugah oleh musik itu.
Itu merupakan karya seni yang diungkapkan secara unik dan pribadi.”
Selain dapat didengar dalam konser dan rekaman, karya-karya Chopin juga
digunakan untuk tari balet terkenal Les Sylphides, dan dapat
didengarkan dalam berbagai film terkenal seperti The Pianist,
dan The Truman Show.
Daya tarik Chopin
yang luas berasal dari kemampuannya untuk membangkitkan ingatan akan
musik surgawi, suara-suara dari dunia batin itu adalah sumber inspirasi
dari karyanya. Kemampuan ini sama seperti yang dimiliki oleh tokoh yang
dikaguminya, Johann Sebastian Bach, yang percaya bahwa karya-karyanya
bukan dari dirinya sendiri tetapi berasal dari Tuhan dan memuliakan
Tuhan. Jenius musik ini melampaui keinginan sederhana untuk melukiskan
pengalaman manusia melalui musik dan pada akhirnya mendekati Tuhan.
Kritikus yang lain menyebutkan,”Kalau keindahan yang sukar dipahami
ini bukan berasal dari manusia, tetapi dari Tuhan, maka ini adalah hadiah
dari Chopin yang terbesar bagi kita. Singkatnya, Chopin setara dengan
pencipta lagu lainnya dalam mengungkapkan hakikat suara dan pengalaman
dunia batin."
Demikian, sifat
sensitif dan mistik Chopin, dan keselarasan dengan suara-suara Surgawi
merupakan kunci dari hadiahnya yang tidak terbatas sebagai seorang pencipta
lagu dan pemusik. Anton Rubinstein, pemain piano abd ke-19, menjuluki
dia, ”Sang Penyair Piano, sang Rapsodis Piano, Sang Pemikir Piano
dan Sang Jiwa Piano” dan menambahkan, ”Saya tidak tahu apakah
jiwa dari alat musik ini bernapas dalam dia, tetapi semua kemungkinan
ekspresi ditemukan dalam komposisinya, dan semua dinyanyikan olehnya
dengan alat musik ini."
Ekspresi Chopin
yang luas, misalnya, dalam Op. 34, No.2 Valse Brillante, yang
mengungkapkan jiwa manusia secara dekat yang mencerminkan keindahan
dari musik yang lebih tinggi – ”Ajaran Surgawi yang Bermelodi”
memakai istilah dari Maha Guru Ching Hai. Dalam kenyataannya, banyak
pemain piano dan kaum terpelajar melukiskan irama wals dari Chopin sebagai
”tarian untuk jiwa” mengungkapkan cerminan spiritual yang
memdalam – puisi musik cinta bagi Tuhan dan kemanusiaan, yang
mengungkapkan perasaan terangkat dari si pencipta lagu, kerinduan batin,
dan perasaan kemanusiaan yang kuat. Le Menestral (“The Minstrel”),
sebuah catatan harian dari masa Chopin, tertulis:”[Dia adalah]
peri piano, terikat dengan dunia fana ini hanya dengan sentuhan sebuah
jari dan diisi oleh mimpi-mimpi dari ketinggian. Dengarkanlah Chopin
bermain! Suaranya seperti desah bunga, desiran awan atau bisikan bintang-bintang."
Keakrabannya
dengan alam yang lebih tinggi membuat Chopin dapat mencipta secara alamiah
dan spontan, sebagaimana teman sejawatnya, pengarang novel Aurore Dudevant
(yang menulis dengan nama samaran George Sand), dengan penuh kesan menyatakan:
”Ia berkarya dengan spontan, menakjubkan. Dia menemukannya tanpa
perlu mencarinya, tanpa membayangkannya. Hal itu muncul pada pianonya
secara tiba-tiba, sempurna, indah, atau bernyanyi dalam kepalanya selagai
berjalan, dan dia ingin cepat-cepat mendengarnya lagi dengan menggubahnya
melalui alat musiknya.” Komentar ini mengingatkan kepada penjelasan
Maha Guru Ching Hai tentang bagaimana Dia menciptakan karya seniNya
dengan cepat dan secara alamiah melalui ilham: ”Inspirasi saya
berasal dari dalam otak saya! Kadang-kadang warna dan gambarnya muncul
sebelum saya dapat melukiskannya. Jadi, saya harus melakukannya dengan
cepat sebelum saya lupa. Kadang-kadang saya amat terinspirasi. Dalam
satu hari saya dapat membuat sepuluh atau dua puluh rancangan atau dalam
satu malam mungkin tiga puluh rancangan pakaian."
Chopin juga memiliki
kerendahan hati, tidak terpengaruh dan kesederhanaan dari seorang yang
tercerahkan. Sebagai contoh, ketika pencipta lagu terkemuka dari Jerman,
Robert Schumann, menanggapi karya awal Chopin, Opus 2 Variation
for Piano, dengan kata-kata yang terkenal sampai sekarang, ”Angkat
topi, tuan-tuan, seorang jenius!” Chopin bereaksi dengan kerendahan
hati, tidak menyukai kegemparan masyarakat yang segera mendorong dia
termasyhur ke seluruh dunia. Lagi pula, kutipan-kutipan dari surat-suratnya
membuktikan sikapnya yang tidak terpengaruh dan sifat yang sederhana:
”Saya adalah seorang revolusioner; uang tidak berarti buat saya”
dan “Kesederhanaan adalah tujuan yang paling tinggi, yang dapat
dicapai ketika Anda telah mengatasi semua kesulitan.” Sebagaimana
Maha Guru Ching Hai mengajarkan, ”Kita harus menjadi seperti anak
kecil untuk dapat kembali ke Kerajaan Surgawi. Jangan membuat diri kita
terlalu rumit. Jangan terlalu peduli dengan segala macam. Bahkan ketika
kita menjadi dewasa, kita tetap harus mempertahankan hati yang seperti
seorang anak kecil.” Dengan mengamati kehidupan dan tulisan-tulisannya,
terlihat bahwa Chopin dengan jelas hidup sesuai dengan cita-cita ini


