Kamis, 22 Oktober 2015

Keterkaitan Psikologi dengan Teknologi Internet

Keterkaitan Psikologi dengan Teknologi Internet
http://sharingdisini.com/wp-content/uploads/2012/11/anak-kecanduan-teknologi.png

Seperti yang kita ketahui zaman sekarang pengaruh internet terhadap kehidupan manusia sudah tidak bisa terpisahkan lagi.Seperti yang telah dikatakan orang bahwa generasi kita itu generasi "Instan". Mengapa bisa dikatakan seperti itu???.....
Itu karna generasi kita adalah generasi dimana semua teknologi sudah tersedia dan kita hanya tinggal menikmatinya,berbeda dengan generasi sebelumnya yang disebut generasi " X,Y dan Babyboomer"

Generasi kita ini adalah generasi Platinum yang berarti generasi yang lahir pada abad 21 .....
anak-anak yang lahir pada awal abad ke-21 dimana masyarakat mulai terbuka dalam berbagai hal, mulai dari prilaku, pola pikir, hingga ketersediaan sarana pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan generasi-generasi yang sebelumnya. Intilah Platinum juga merujuk pada sesuatu yang sangat mewah dan terbaik. Wajar saja jika generasi sebelumnya baru sebatas memiliki kesempatan untuk mengakses dan menggunakan teknologi, bagi generasi platinum terbuka lebar kesempatan untuk menjelajah teknologi untuk mengembangkan diri, itu sebabnya generasi ini dicirikan oleh karakter yang lebih ekspresif dan ekploratif, selaras dengan perkembangan zaman.

Generasi Platinum hadir di saat teknologi komunikasi menuju kematangan, sehingga mereka memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengakses dan memanfaatkan informasi. Hal itu tentu berpengaruh, dimana mereka memiliki peluang lebih baik dalam mengembangkan diri dan menjadi manusia yang berkualitas serta produktif. Generasi Platinum tidak hanya aktif dibidang akademis, melainkan juga di bidang non-akademis. Mereka adalah generasi yang siap untuk menjadi warga dunia yang multy-talented, multy-language, dan multy-disiplin

Manfaat Internet sebagai salah satu media terbesar di dunia bisa digunakan sebagai pendorong majunya pendidikan dan pengetahuan di Dunia ini.
 
Teknologi internet hadir sebagai media / sarana yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara massal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Dengan adanya aplikasi teleconference, INTERNET juga dapat hadir secara real time audio visual seperti pada metode konvensional.
Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu :
a. sebagai media interpersonal dan massa
b. bersifat interaktif
c. memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron

Internet memberikan sarana untuk para kita berkomunikasi tanpa terbatas jarak dan wilayah dan internet pula yang membuka celah untuk para generasi kita ini menjadi generasi yang "Asosial" atau disebut generasi yang kurang bersosialisasi secara langsung.
para Psikolog memandang hal tersebut tergantung dari pribadi si penggunanya. Tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan ia menutup diri terhadap komunikasi sosial entah karena keasikan ngebrowse atau karena internet dipakai sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadiannya
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjt3qT9vcy9sxd_xHSocHDwYrfnfezxnJr3PVP8VaXy6LBOsJUnOWS9U8wao9oc5B1NUmCOeY5KpPrHUz2qaPEOQkwfhT3ahwcAKeJyzxQ83NFJy2laEmVLxoV140YoKiuZfAHc2bxdtp4/s320/guu.jpg  
Michelle Weil, seorang Psikolog dan pengarang buku terkenal, memberikan contoh konkrit tentang seorang gadis yang dijauhi oleh teman-temannya lalu kemudian menghabiskan waktu untuk mojok berchatting ria dengan menampilkan karakter yang sangat kontradiktif dengan karakter aslinya. Akibatnya, lama kelamaan ia semakin jauh dengan kenyataaan sosial yang ada, bahkan tidak bisa menerima diri apa adanya. Menurut pakar psikoanalisa terkenal seperti Erich Fromm, kondisi demikian dinamakan neurosis. Kondisi neurosis yang berkepanjangan akan mengakibatkan gangguan jiwa yang serius. Michelle lebih lanjut menambahkan, bahaya latennya adalah terbentuknya kepribadian online yang berbeda dengan yang asli. 

Tentu saja ada pengaruh positif dari penggunaan (bukan kecanduan) internet terhadap kepribadian seseorang. 
Reid Steere, seorang Sosiolog dari Los Angeles mengatakan, jika seseorang menggunakan internet sebagai media eksplorasi diri dengan kesadaran penuh, ia akan mengalami pertumbuhan sebagai hasil dari refleksi dirinya secara utuh melalui internet. 


Sekian dari saya , Kesimpulannya adalah pergunakan segala sesuatu dalam batasannya karna segala sesuatu yang diluar batas itu akan berpengaruh pada diri kita baik dari segi psikologis maupun fisiologis..........